TangerangSelatan, Humas LIPI. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati yaitu tumbuhan dan satwa liar (TSL) serta mikroorganisme yang sangat beragam (mega diversity) yang mempunyai nilai potensial ekonomi dan strategis bagi ketahanan pangan, kesehatan, energi dan lingkungan sehingga harus dimanfaatkan secara optimal dan dijaga kelestariannya untuk sebesar
Pemanfaatandan Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut Berkelanjutan 5│ laut tetap dapat dihasilkan dengan tetap menjaga keberlanjutan hidup sumber daya laut itu sendiri. Iskandar melakukan "Infentarisasi Unit Penangkapan Pukat Kantong yang Digunakan oleh Nelayan di desa Mayangan Kabupaten Subang". Unit
A Pengertian Sumber Daya Alam. Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya.
Potensisumberdaya hayati laut di wilayah pesisir dan laut di Indonesia selalu dapat memberikan manfaat secara optimal bagi pengembangan ekonomi dan sosial budaya masyarakat. Kondisi ini didukung dalam Undang Undang No. 27 Tahun 2007 juncto UU No. 1 tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Kecil untuk dimanfaatkan dan dikonservasi.
Salahsatu sumber daya alam yang sering dimanfaatkan manusia adalah air. sumber air dan daya (potensi) air yang terkandung didalamnya. Seluruh lapisan masyarakat berpotensi memberikan kontribusi terhadap pencemaran dan kesulitan air. Namun, pada kenyataannya, masyarakat menggunakan detergen untuk mencuci dan memang didorong melalui
PotensuDaerah adalah Sumber Daya, baik Sumber Daya Alam maupun Sumber Daya Manusia yang dimiliki oleh suatu daerah. Data Pontesi Daerah memberikan gambaran sektor-sektor yang dominan dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Bekasi. Secara geografis letak kabupaten Bekasi berada pada posisi 6o 10 53 6o 30 6 Lintang Selatan dan 160o
9RcTGjz. Latihan Soal Online - Latihan Soal SD - Latihan Soal SMP - Latihan Soal SMA Kategori Semua Soal ★ SD Kelas 5 / IPS Tema 1 Subtema 3 SD Kelas 5Pemanfaatan potensi sumber daya alam laut dapat memberikan kontribusi bagi….A. kesengsaraan bangsaB. kemiskinan rakyatC. kesejahteraan bangsaD. kerusakan alamPilih jawaban kamu A B C D E Latihan Soal SD Kelas 1Latihan Soal SD Kelas 2Latihan Soal SD Kelas 3Latihan Soal SD Kelas 4Latihan Soal SD Kelas 5Latihan Soal SD Kelas 6Latihan Soal SMP Kelas 7Latihan Soal SMP Kelas 8Latihan Soal SMP Kelas 9Latihan Soal SMA Kelas 10Latihan Soal SMA Kelas 11Latihan Soal SMA Kelas 12Preview soal lainnya Gaya dan Gerak - IPA SD Kelas 4 › Lihat soalContoh gaya gesek adalah antara…A. Dua magnet yang berdekatanB. Kipas angin dengan tembokC. Ban mobil dan jalan rayaD. Kompas dan arah anginE. Buah yang jatuh dan tanah PTS Bahasa Inggris SMA Kelas 11 › Lihat soalIlham I can’t get up early in the morning. ………………………..? Sari you need to change your sleeping habit. Don’t stay up late anymore. ___ A. I think you should ask for helpB. Would you like to have dinner with me?C. Could you please send this letterD. Can you stay here for a while?E. what should I do? Materi Latihan Soal LainnyaUlangan Harian Statistika SMK Kelas 12Tema 5 Subtema 1 SD Kelas 4UH Tema 1 SD Kelas 5Tema 7 Subtema 3 SD Kelas 2Tema 8 Subtema 3 SD Kelas 4Ujian Biologi SMA Kelas 12Tema 5 Semester 2 Genap SD Kelas 2Tema 4 SD Kelas 6Teks Berita - Bahasa Indonesia SMP Kelas 8Bola Voli - Penjaskes PJOK SMA Kelas 11Cara Menggunakan Baca dan cermati soal baik-baik, lalu pilih salah satu jawaban yang kamu anggap benar dengan mengklik / tap pilihan yang tersedia. Tentang Soal Online adalah website yang berisi tentang latihan soal mulai dari soal SD / MI Sederajat, SMP / MTs sederajat, SMA / MA Sederajat hingga umum. Website ini hadir dalam rangka ikut berpartisipasi dalam misi mencerdaskan manusia Indonesia.
Indonesia memiliki luas lautan lebih besar dibandingkan luas daratan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia untuk memajukan maritimnya. Luasnya lautan Indonesia dapat dilihat dari adanya garus pantau di hampir setiap pulau di Indonesia kurang lebih kilometer. Dilansir dari situs Perusahaan Umum Perikanan Indonesia, dengan memiliki luas lautan menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kejutan ini yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia di bidang Potensi Sumber Daya Laut Indonesia menjanjikan potensi komersial yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Namun potensi tersebut akan tak berarti bila kita tidak menyadari betapa pentingnya keterlibatan teknologi untuk mengeksplorasi potensi serta sumber daya tersebut. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 2/3 bagiannya adalah lautan. Lautan di indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai km persegi. Ditambah lagi dengan luas hamparan terumbu karang sebesar 24,5 juta Selain dari panjang garis pantai dan luas terumbu karang, negeri Indonesia juga masih menyimpan potensi kelautan lainnya. Berikut beberapa potensi lautan IndonesiaTak dapat dipungkiri lagi bahwa lautan Indonesia memiliki sumberdaya ikan yang cukup kaya. Hal ini dapat dibuktikan dari luasnya lautan Indonesia dan tingginya eksploitasi ikan di Indonesia. Dengan luas 1,9 juta kilometer persegi, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Tak pelak, laut Nusantara yang membentang dari barat ke timur sepanjang lebih dari 5000 kilometer, memberikan kontribusi besar bagi perikanan dunia. United Nations Development Programme UNDP bahkan menyebut perairan Indonesia sebagai habitat bagi 76 persen terumbu karang dan 37 persen ikan karang kelompok hewan yang hidup di laut terdapat pula kelompok tumbuhan yang disebut tumbuhan laut yang juga banyak memiliki nilai gizi dan ekonomi. Salah satu produk produk yang sudah diketahui manfaatnya adalah makro-algae laut yang dikenal dalam dunia perdagangan dengan sebutan rumput laut. Rumput laut atau lebih dikenal dengan sebutan seaweed merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia yaitu sekitar 8,6% dari total biota di laut. Luas wilayah yang menjadi habitat rumput laut di Indonesia mencapai 1,2 juta hektar atau terbesar di dunia. Potensi rumput laut perlu terus digali, mengingat tingginya keanekaragaman rumput laut di perairan Mineral dan Pertambangan Laut tidak saja menyediakan bagi manusia sumber makanan dan obat-obatan tetapi juga menyediakan kandungan mineral dan pertambangan di dasar laut. Indonesia merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik dunia yang menyebabkan timbulnya gunung berapi yang kaya dengan meneral logam seperti emas, perak, timah, timbal, tembaga, nikel. Dari 60 cekengan minyak dan gas di seluruh wilayah Indonesia, 70 % berada di laut, dan cadangan minyak bumi sebesar 9,1 mineral barel sebagian besera berada di perairan lepas off share.5 Ini menunjukkan bahwa betapa besarnya potensi kelautan, khususnya minyak, gas bumi dan mineral yang berada di wilayah Indonesia. Menurut data Kementerian ESDM Energi dan Sumber Daya Mineral, menyatakan bahwa potensi energi yang dihasilkan dari arus laut di Indonesia adalah yang terbesar di dunia. Potensi tersebut di antaranya energi laut "Ocean Thermal Energy Conversion" OTEC yang merupakan terbesar di Potensi OTEC Indonesia merupakan terbesar di dunia, tersebar di 17 lokasi, dari pantai barat Sumatra, Selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, Bali dan Nusa Tenggara, yang diprediksi memiliki sekitar 41 GW. OTEC adalah merupakan bagian dari energi baru terbarukan yang bersumber dari perbedaan temperatur air laut yang mudah ditemukan pada perairan laut tropis. Energi ini akan menghasilkan listrik dan air murni akibat penguapan air laut. Pemanfaatan OTEC akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar di bidang perikanan karena akan memberikan nutrisi pada biota laut di permukaan laut. Potensi energi panas laut di perairan Indonesia diprediksi menghasilkan daya sekitar MW. Indonesia bagian timur memiliki nilai T perbedaan suhu lebih besar dari Indonesia bagian Tranportasi dan Perhubungan Dalam bidang transportasi, posisi laut Indonesia sangat strategis baik untuk kawasan regional maupun dunia. Jumlah kepulauan Indonesia adalah terbesar di dunia, karena memiliki wilayah seluas 7,7 juta Km2, dengan luas lautan 2/3 wilayah Indonesia, dan garis pantai terpanjang ke empat di dunia sepanjang km, serta memiliki Dengan demikian, jasa transportasi laut pelayaran menjadi sebuah potensi ekonomi yang besar, baik bagi Indonesia sendiri dengan konektivitas antarpulau, maupun dengan negara potensi tersebut nyata, maka salah satu strategi percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi nasional adalah dengan mengedepankan penguatan konektivitas antar pulau, terutama pulau-pulau terluar. Konektivitas ini hanya bisa terwujud apabila transportasi laut di negara kepulauan terus diperankan secara signifikan. Transportasi laut sangat vital peranannya sebagai “Jembatan Nusantara” dan tidak tergantikan oleh transportasi udara dan darat. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan ditinjau dari segi daya saing, pangsa pasar angkutan laut baik antar pulau maupun antar negara masih dikuasai oleh armada niaga berbendera asing. Kemampuan daya angkut armada nasional untuk muatan dalam negeri baru mencapai 54,5 persen dan hanya 4 persen untuk ekspor, selebihnya masih dikuasai oleh armada persoalan bagi Indonesia tidak sekadar bagaimana mengembangkan angkutan laut yang kompetitif, tetapi juga bagaimana mengembangkan pelabuhan Indonesia agar dapat memenuhi standar internasional. Inilah yang menjadi salah satu penyebab utama kurang kompetitifnya ekonomi Indonesia sebab hampir 70 persen dari ekspor barang dan komoditas Indonesia harus melalui merupakan salah satu primadona dunia. Inilah pesona alam laut Indonesia yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa di dunia. Selain dikenal dengan potensi komoditas kelautan dan perikanan yang melimpah, laut Indonesia juga kaya dengan terumbu karang yang cantik serta beragam spesies koral dan ikannya. Tidak heran jika laut Indonesia juga memiliki potensi dalam daya tarik wisata. Itulah sebabnya sejumlah laut Indonesia yang cantik banyak menjadi incaran wisata turis lokal maupun asing. Seperti Taman Laut Bunaken, yakni taman laut yang terletak diujung utara Sulawesi. Taman Laut Bunaken terkenal dengan rumah bagi sekitar 390 spesies koral dan berbagai jenis ikan dan mamalia, seperti hiu, pari, kuda laut, kura-kura, ikan duyung, moluska dan lain sebagainya. Kemudian, Taman Laut Banda yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah. Merupakan salah satu taman laut terindah di dunia yang memiliki 310 jenis karang pembentuk terumbu, 871 spesies ikan, serta populasi hiu dan kerapu, termasuk beberapa jenis ikan dan kerang purba yang disuakakan seperti ikan napoleon. Tak hanya itu, dari Sabang sampai Merauke, laut Indonesia memiliki sejumlah keindahan yang mampu menarik perhatian para diver dari mancanegara. Mulai dari Taman Laut Rubiah yang terletak di barat laut Pulau Weh, Aceh, Taman Laut Karimunjawa, Taman Laut Kepulauan Derawan, Taman Laut Kepulauan Togean, Taman Laut Takabonerate, Taman Laut Selat Pantar, Taman laut Wakatobi, hingga Taman Laut Raja Ampat, Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Indonesia yang OptimalBila ditelaah, penurunan kualitas sumber daya alam dan lingkungan disebabkan oleh dua faktor yaitu disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan ekonomi economic requirement dan gagalnya kebijakan yang diterapkan policy failure. Peningkatan kebutuhan yang tak terbatas sering membuat tekanan yang besar terhadap lingkungan dan sumber daya yang ada, kebutuhan akan ketersediaan kayu memaksa kita untuk menebang hutan secara berlebihan dan terjadinya illegal logging, kebutuhan transportasi untuk mobilitas dan mendukung laju perekonomian juga sering menimbulkan dampak terhadap kerusakan lingkungan seperti pencemaran udara, dan kejadian di laut di mana akibat kebutuhan ekonomi memaksa nelayan melakukan kegiatan tangkap berlebih over fishing. Oleh karena itu percepatan pembangunan ekonomi sudah selayaknya di barengi dengan ketersediaan sumber daya dan lingkungan yang Pembangunan BerkelanjutanPembangunan berkelanjutan merupakan salah satu amanat dari pertemuan bumi Earth Summit yang diselenggarakan tahun 1992 di Rio de Janeiro, Brazil. Dalam forum global tersebut, pemahaman tentang perlunya pembangunan berkelanjutan mulai disuarakan dengan memberikan definisi sebagai pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang dengan tanpa mengabaikan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Pengelolaan potensi sumber daya laut perlu diarahkan untuk mencapai tujuan pendayagunaan potensi untuk meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional dan kesejahteraan pelaku pembangunan kelautan khususnya, serta untuk tetap menjaga kelestarian sumber daya kelautan khususnya sumber daya pulih dan kelestarian Pengelolaan Berbasis MasyarakatPendekatan pembangunan termasuk dalam konteks sumber daya kelautan, sering kali meniadakan keberadaan organisasi lokal local organization. Meningkatnya perhatian terhadap berbagai variabel lokal menyebabkan pendekatan pembangunan dan pengelolaan beralih dari sentralisasi ke desentralisasi yang salah satu turunannya adalah konsep otonomi pengelolaan sumber daya kelautan. Dalam konteks ini pula, kemudian konsep CBM community based management dan CM Co-Management muncul sebagai “policy bodies” bagi semangat ”kebijakan dari bawah” bottom up policy yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam. Hal ini diarahkan sesuai dengan tujuan pengelolaan sumber daya kelautan yang dilakukan untuk mencapai kesejahteraan bersama sehingga orientasinya adalah pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat sehingga tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek Pengelolaan Berbasis TeknologiSalah satu contoh peran masyarakat terdidik yang sudah menjadi konsep matang dalam menangani isu ini adalah penggunaan teknologi informasi berbasis radio atau dinamakan Monitoring Control and Surveillance MCS. Tekhnologi ini diharapkan memberikan kontribusi dalam pengawasan wilayah laut. Monitoring Control and Surveillance MCS merupakan sistem yang telah dipergunakan di banyak negara. Di dunia internasional MCS ini dikelola secara bersama-sama sejak tahun 2001. Organisasi MCS internasional mengkoordinasikan dan menjalin kerjasama diantara anggotanya untuk saling mencegah, menghalangi dan menghapuskan IUU fishing. Indonesia sendiri, telah merintis sistem MCS. Namun, masih bersifat parsial dalam bagian-bagian yang berdiri sendiri-sendiri serta bersifat yang ada adalah minimnya sumberdaya manusia yang konsisten dan konsekuen dengan penggunaan teknologi ini. Padahal kebutuhan kita sebagai negara maritim sudah sangat jelas dalam menjaga semua potensi kelautan yang kita miliki. Kembali melakukan refleksi dan merubah mindset yang ada di masyarakat secepatnya agar kita dapa dengan secepatnya pula menangani persoalan ini adalah salah satu rekomendasi yang disampaikan penusli kepada seluruh
Indonesia is an archipelagic country that has enormous potential for coastal and oceanic natural resources. The potential of these natural resources needs to be managed properly so that they can be used optimally for the welfare of the Indonesian people while still paying attention and making efforts to maintain their sustainability. Remote sensing combined with geographic information systems GIS can be used as a technological tool to quickly and accurately obtain information about an object, including objects in coastal and ocean areas. Many data regarding remote sensing of coastal and marine areas, especially areas in Indonesia, have been carried out. The use of remote sensing data and GIS in coastal and marine areas can be used to determine sea surface temperatures, determine fish catch areas, and changes in coastline morphology by adding other influential parameters and can also be used to monitor regional changes using multi-temporal recording data. such as disaster monitoring, monitoring of land cover changes in coastal areas etc. Abstrak Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai potensi sumber daya alam pesisir dan lautan yang sangat besar. Potensi sumberdaya alam ini perlu dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan bangsa Indonesia dengan tetap memperhatikan dan melakukan usaha untuk menjaga kelestariannya. Penginderaan jauh yang dipadukan dengan sistem informasi geografis SIG dapat digunakan sebagai alat teknologi untuk memperoleh informasi tentang suatu objek secara cepat dan akurat, termasuk objek-objek di wilayah pesisir dan lautan. Data mengenai penginderaan jauh wilayah pesisir dan laut khususnya wilayah di Indonesia telah banyak dilakukan. Penggunaan data penginderaan jauh dan GIS di wilayah pesisir dan laut dapat digunakan untuk menentukan suhu permukaan laut, penentuan daerah tangkapan ikan, dan perubahan morfologi garis pantai dengan menambahkan parameter lain yang berpengaruh dan juga dapat digunakan untuk memantau perubahan wilayah dengan menggunakan data perekaman multi-temporal seperti pemantauan bencana, pemantauan perubahan tutupan lahan di wilayah pesisir dll. Kata kunci Penginderaan Jauh, lautan, Oceanografi A. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan archipelagic state terbesar di dunia yang memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Jumlah pulau di Indonesia yang resmi tercatat mencapai pulau.PEMBANGUNAN WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN DALAM PERSPEKTIF NEGARA KEPULAUAN REPUBLIK INDONESIA Lasabuda Jurnal Ilmiah PLATAX, Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya ISSN 1412 - 6982 e-ISSN 2443-3977 Volume XX Nomor XX Bulan Tahun Corespondency address E-mail 1 PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DI BIDANG OSEANOGRAFI Sabrina Azharia Sabitah Faculty of Social Science and Law, State University of Surabaya Jl. Ketintang, Gayungan District, Surabaya City Abstract Indonesia is an archipelagic country that has enormous potential for coastal and oceanic natural resources. The potential of these natural resources needs to be managed properly so that they can be used optimally for the welfare of the Indonesian people while still paying attention and making efforts to maintain their sustainability. Remote sensing combined with geographic information systems GIS can be used as a technological tool to quickly and accurately obtain information about an object, including objects in coastal and ocean areas. Many data regarding remote sensing of coastal and marine areas, especially areas in Indonesia, have been carried out. The use of remote sensing data and GIS in coastal and marine areas can be used to determine sea surface temperatures, determine fish catch areas, and changes in coastline morphology by adding other influential parameters and can also be used to monitor regional changes using multi-temporal recording data. such as disaster monitoring, monitoring of land cover changes in coastal areas etc. Keywords geographic information system, marine, oceanografi Abstrak Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai potensi sumber daya alam pesisir dan lautan yang sangat besar. Potensi sumberdaya alam ini perlu dikelola dengan baik agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahteraan bangsa Indonesia dengan tetap memperhatikan dan melakukan usaha untuk menjaga kelestariannya. Penginderaan jauh yang dipadukan dengan sistem informasi geografis SIG dapat digunakan sebagai alat teknologi untuk memperoleh informasi tentang suatu objek secara cepat dan akurat, termasuk objek-objek di wilayah pesisir dan lautan. Data mengenai penginderaan jauh wilayah pesisir dan laut khususnya wilayah di Indonesia telah banyak dilakukan. Penggunaan data penginderaan jauh dan GIS di wilayah pesisir dan laut dapat digunakan untuk menentukan suhu permukaan laut, penentuan daerah tangkapan ikan, dan perubahan morfologi garis pantai dengan menambahkan parameter lain yang berpengaruh dan juga dapat digunakan untuk memantau perubahan wilayah dengan menggunakan data perekaman multi-temporal seperti pemantauan bencana, pemantauan perubahan tutupan lahan di wilayah pesisir dll. Kata kunci Penginderaan Jauh, lautan, Oceanografi A. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan archipelagic state terbesar di dunia yang memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Jumlah pulau di Indonesia yang resmi tercatat mencapai pulau.PEMBANGUNAN WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN DALAM PERSPEKTIF NEGARA KEPULAUAN REPUBLIK INDONESIA Lasabuda Jurnal Ilmiah PLATAX, 2 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XX , NOMOR XX, bulan tahun xx-xx Kepastian jumlah ini ditentukan dalam forum United Nations Conferences on the Standardization of Geographical Names UNCSGN dan United Nations Group of Experts on Geographical Names UNGEGN yang berlangsung pada 7-18 Agustus 2017 di New York, Amerika Serikat. Adapun garis pantai Indonesia sepanjang km2. Luas daratannya mencapai sekitar 2,012 juta km2 dan laut sekitar 5,8 juta km2 75,7%, 2,7 juta kilometer persegi diantaranya termasuk dalam Zona Ekonomi Ekslusif ZEE.View of Analisis Profil Bawah Permukaan Pantai Lumpue Kota Parepare, Laut Indonesia yang luasnya 2,5 kali lipat dari wilayah daratan pastinya memiliki potensi yang sangat besar, baik dari segi kekayaan alam maupun jasa lingkungan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan ekonomi pada tingkat lokal, regional dan nasional. Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI juga merupakan negara pantai coastal state yang komponen wilayah nasionalnya terdiri atas daratan, lautan perairan dan ruang udara air space. Dua pertiga dari keseluruhan wilayah Indonesia adalah berupa lautan. Indonesia bisa juga disebut sebagai negara kepulauan archipelagic state, dengan bukti pulau tersebut. Kurang lebih 6 juta km2 wilayah Indonesia berupa laut yang sangat mempengaruhi iklim dan cuaca seluruh wilayah. Dipandang dari sifat alami, maka lingkungan laut Indonesia memperlihatkan sifat integral antara antara unsur laut air dan darat tanah.Kurnia et al., 2006 Secara ekologis, hal ini merupakan dasar ilmiah dan alami pula bagi konsep wawasan nusantara sebagai perwujudan kesatuan geografis, yang menjadi dasar kesatuan politis, ekonomi, budaya, pertahanan dan keamanan. Terkait dengan archipelagic state, kata archipelago sering diterjemahkan sebagai “kepulauan” yaitu kumpulan pulau yang dipisahkan oleh permukaan air laut. Sesungguhnya ada perbedaan fundamental antara kepulauan dan archipelago. Kepulauan diartikan sebagai kumpulan pulau sedangkan istilah archipelago berasal dari bahasa latin “archipelagus” yang berarti “laut utama”. Makna asli dari kata archipelago bukan merupakan “kumpulan pulau”, tetapi laut di mana terdapat sekumpulan pulau.Putra & Arafat, Konsep archipelagic state menurut lapisan yang dikembangkan Indonesia yang mengacu kepada makna negara kepulauan “harus diganti dengan konsep negara bahari”, yaitu negara laut yang memiliki banyak pulau. Luasnya wilayah laut dan panjangnya garis pantai yang dimiliki serta metode survei pemetaan kelautan yang selama ini masih menggunakan survei lapangan langsung terestrial akan sulit untuk memetakan seluruh Nama akhir penulis, Judul Artikel sebagian.... 3 wilayah Indonesia, sehingga dirasa perlu untuk melakukan terobosan-terobosan terkait dengan pemetaan dibidang laut salah satunya dengan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis SIG. Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu obyek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan obyek, daerah, atau fenomena yang dikaji Lukiawan et al., 2019. Perkembangan teknologi penginderaan jauh telah memungkinkan ilmuwan untuk dapat mendeteksi daerah-daerah potensial untuk berbagai kebutuhan. Teknologi penginderaan didukung dengan metode pengolahan serta analisis yang teruji akurasinya, merupakan salah satu alternatif yang sangat tepat dalam mempercepat penyediaan informasi seluruh permukaan bumi tidak terkecuali laut dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Sistem informasi terpadu yang dapat menyimpan dan mengolah serta menyampaikan secara cepat dan mudah dari berbagai sektor adalah Sistem Informasi Geografis SIG. SIG dapat di integrasikan dengan Teknologi Penginderaan Jauh Inderaja yang memiliki kelebihan dalam memberikan data spasial multi resolusi, multi temporal, multi spektral.Sitanggang, Cakupan yang luas dan mampu menjangkau daerah yang terpencil sehingga integrasi keduanya merupakan solusi yang ampuh dalam melakukan pemetaan dalam bidang kelautan. Teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis SIG belum banyak dimanfaatkan terutama untuk bidang kelautan, kecendrungan pemanfaatan data penginderaan jauh dan SIG masih dalam ruang lingkup daratan. Dalam pemanfaatan dan pengelolaan wilayah laut dan pesisir sangat dibutuhkan kualitas data spasial yang baik, luasnya wilayah laut dan panjangnya garis pantai yang dimiliki menimbulkan beberapa masalah yang sering ditemukan, seperti 1. Sumberdaya manusia yang dimiliki baik lembaga dan instansi yang belum memadai, praktis hanya Dinas Hidro-Oceanografi DISHIDROS TNI Angkatan Laut yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap pemetaan dibidang kelautan. 2. Luasnya wilayah akan mempengaruhi besarnya biaya yang dibutuhkan utuk pemetaan, hal ini dikarenakan metode yang digunakan selama ini masih dengan cara terestrial atau dengan survei langsung. 3. Luasnya wilayah dan metode survei langsung terestrial yang selama ini digunakan berdampak pada dibutuhkannya waktu yang lebih lama dalam melakukan proses pemetaan dan biaya yang cukup besar. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan ini antara lain 1 Memberikan 4 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XX , NOMOR XX, bulan tahun xx-xx solusi yang efektif dalam melakukan pemetaan khususnya dalam bidang kelautan; 2 Survei pemetaan secara terestrial yang selama ini dilakukan dirasa tidak efektis mengingat luasnya wilayah laut dan panjangnya garis pantai; dan 3 Melihat kelebihan dan kekurangan antara pemetaan laut secara terestrial dengan pemetaan laut dengan memanfaatkan data penginderaan jauh B. METODE PENELITIAN Data sekunder data yang diperoleh melalui studi literatur berupa Buku untuk mencari teori yang relevan dengan penulisan ini dan jurnal karya ilmiah digunakan untuk mempelajari karya ilmiah yang berkaitan dengan pemanfaatan penginderaan jauh di bidang oseanografi. Adapun data sekunder lainnya untuk mendukung penelitian ini yakni majalah dan internet berupa jurnal online dan berita yang berkaitan dengan pemanfaatan penginderaan jauh di bidang oseanografi. C. HASIL Data penginderaan jauh khususnya data citra satelit memiliki beberapa keunggulan terutama dalam hal cakupan spasial dan kontiniuitas data rekaman yang lebih baik. Data penginderaan jauh ini dibutuhkan perlakuan khusus untuk mengekstraksi informasi yang diinginkan. Perlakuan khusus ini lebih sering disebut dengan teknik pengolahan citra Jauh,2012. Pemanfaatan data penginderaan jauh dan SIG terutama dibidang kelautan telah banyak dikembangkan di negara-negara berkembang, seiring dengan perkembangan tersebut menjadikan tingkat akurasi pemetaan semakin tinggi dan objek-objek kajian semakin bertambah sehingga dimungkinkan untuk memperoleh data dengan cepat dan dengan biaya relatif lebih murah agar dapat digunakan untuk pengelolaan dan pemanfaatan khususnya dibidang kelautan. Berikut beberapa kajian pemanfaatan data penginderaan jauh dan SIG dalam bidang kelautan terutama pada faktor biofisik kelautan Perubahan Garis Pantai Batas air dan daratan dikenal sebagai garis pantai shore lines, garis pantai selalu berubah baik perubahan sementara akibat pasang surut maupun yang permanen akibat pengikisan daratan abrasi dan penambahan daratan akresi. Secara umum tiga hal yang mempengaruhi perubahan garis pantai yaitu gelombang arus, pasang surut dan angin. Indentifikasi perubahan fisik lahan terutama diwilayah pesisir dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh dengan memanfaatkan data citra satelit dengan berbagai macam pilihan resolusi spasial. Perubahan garis pantai merupakan penelitian yang bersifat monitoring fisik lahan di wilayah pesisir dengan membangun citra komposit semu False Color Composite sesuai dengan penonjolan kenampakan yang akan Nama akhir penulis, Judul Artikel sebagian.... 5 diinterpretasi. Interpretasi perubahan garis pantai biasanya dilakukan secara visual dengan melakukan digitasi. Hasil analisis pendigitasian garis pantai pada citra tahun pertama T1 dengan tahun kedua T2 dan tahun berikutnya Tn akan dapat menggambarkan dengan jelas perubahan garis pantai yang terjadi dan dapat diketahui berapa besar perubahan terjadi dalam periode waktu tersebut, dan jenis perubahan yang terjadi dapat berupa akresi dan abrasi. Monitoring perubahan garis pantai yang dilakukan selama ini umumnya dengan tracking GPS, sehingga dibutuhkan waktu yang lebih lama dalam proses pemetaan dan biaya yang lebih besar bila dibandingkan dengan pemenfaatan data penginderaan jauh. Pemanfaatan data penginderaan jauh untuk monitoring peribahan garis pantai dapat dijadikan solusi yang sangat tepat, mengingat panjangnya garis pantai Indonesia. Kedalaman Perairan Bathymetri Data penginderaan jauh juga dapat dimanfaatkan untuk memetakan kedalaman laut bathymetri, tetapi kemampuan pemetaan hanya terbatas sampai pada kemampuan penetrasi dari cahaya matahari untuk menembus perairan ±25 meter dan pada perairan yang jernih. Ketika memasuki tubuh air energi matahari berkurang intensitasnya melemah secara eksponensial dengan semakin bertambahnya kedalaman, tingkat pelemahan energi tersebut dikontrol oleh koefisien pelemahan kolom air yang nilainya bervariasi untuk tiap panjang gelombang. Ada hubungan antara pantulan spektral objek dengan kedalaman perairan, hal ini dikarenakan terjadi serapan pada tubuh air. Misalnya pada objek yang sama tetapi pada kedalaman yang berbeda maka pantulan spektralnya akan berbeda pula. Jika substrat konstan maka perbedaan pantulan menunjukkan efek kedalaman. Kedalaman maksimum yang dapat diindera adalah tergantung DOP Depth of Penetration dari tiap band, dalam hal ini dari beberapa bahan rujukan band biru merupakan saluran yang penetrasinya paling baik terhadap tubuh air. Tiap band punya kedalaman efektif masing-masing, yang nilainya bervariasi tergantung kondisi perairan. Perbedaan DOP Depth of Penetration ini dipengaruhi oleh koefisien pelemahan kolom air k. Dalam pemetakan kedalaman laut bathymetri ada banyak citra yang dapat digunakan dengan ketentuan citra tersebut memiliki panjang gelombang tampak dan inframerah dekat VNIR yaitu masih dalam rentan panjang gelombang 0,4 µm – 0,8 µm. Ada banyak citra yang dapat digunakan untuk pemetaan ini misalnya LANDSAT ETM +, ALOS Advanced Land Observing Satellite, Quickbird, Rapid Eye, dll 3. Suhu Permukaan Laut SPL 6 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XX , NOMOR XX, bulan tahun xx-xx Panjang gelombang inframerah termal pada data penginderaan jauh memungkinkan dilakukannya estimasi suhu permukaan laut. Secara khusus dapat dijelaskan bahwa suhu permukaan laut yang diukur adalah suhu permukaan pada beberapa millimeter di permukaan laut dan bukan suhu kolom air yang berada beberapa centimeter di bawah permukaan laut Penetrasi ke dalam air yang dapat dijangkau oleh panjang gelombang inframerah termal hanya sekitar 10-3 m, sedangkan suhu termometrik berhubungan dengan suhu percampuran air. Frananda, 2017 4. Klorofil-a Pada prinsipnya pangkal dari semua bentuk kehidupan dalam laut, yaitu aktivitas fotosintesis tumbuhan air. Dimana dengan menggunakan bantuan energi cahaya matahari, dapat mengubah senyawa-senyawa anorganik menjadi senyawa organik yang kaya energi dan dapat menjadi sumber makanan bagi semua organisme laut. Diantara semua tumbuhan air, fitoplankton yang mengikat sebagian besar energi matahari, dan menjadi dasar level pertama terbentuknya rantai makanan dalam ekosistem bahari, dan sangat penting keberadaannya bagi semua penghuni habitat Sifat serapan energi oleh air jernih dan air keruh berbeda disebabkan kandungan material baik organik maupun nonorganik pada air. Pada panjang gelombang kurang dari 0,6 µm, air jernih lebih banyak memantulkan energi dan mencapai puncaknya pada saluran biru 0,4-0,5 µm hingga hijau 0,5-0,6 µm. Sedangkan pada air keruh oleh adanya peningkatan konsentrasi klorofil, terjadi perubahan transmisi tenaga yang drastis, dimana terjadi penurunan pantulan energi pada saluran biru secara signifikan dan peningkatan pantulan energi pada saluran hijau oleh adanya konsentrasi klorofil yang memiliki sifat memantulkan gelombang hijau. Frananda, 2017 Potensi sumberdaya perikanan/kelautan sangat erat kaitannya dengan produktivitas primer dari suatu perairan yang dihasilkan oleh fitoplankton. Pigmen fotosintesis yang umum terdapat pada fitoplankton adalah kolorofil-a, sehingga hasil pengukuran klorofil-a digunakan untuk menduga biomassa fitoplankton suatu perairan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan linier antara produktivitas primer dengan kelimpahan plankton. Melalui teknologi penginderaan jauh kelautan, pendugaan diatas dapat dilakukan berdasarkan sifat optik atau bioptik air laut yang dilihat dari keberadaan pigmen-pigmen fitoplankton klorofil-a dan suhu permukaan laut. Klorofil yang berwarna hijau yang pada dasarnya menjadi sumber informasi perikanan laut karena keterkaitannya yang erat dengan produktivitas primer Nama akhir penulis, Judul Artikel sebagian.... 7 perikanan, sehingga dapat disimpulkan dimana terdapat konsentrasi klorofil yang tinggi disitu terdapat juga konsentrasi biota atau ikan laut yang tinggi. Dalam kaitannya dengan inderaja, klorofil merupakan obyek yang mudah dianalisa untuk memprediksi potensi perikanan laut. Karena unsur ini akan menyerap gelombang tampak mata biru dan memantulkan gelombang tampak mata hijau secara kuat, shingga ketika terjadi peningkatan kandungan klorofil, dapat dilihat adanya peningkatan energi yang dipantulkan oleh gelombang tampak mata hijau, dan penurunan pantulan gelombang tampak mata biru yang signifikan Frananda, 2017 5. Kesesuaian Lahan Pemilihan lokasi yang tepat merupakan faktor yang penting dalam menentukan kelayakan pemanfaatan, kesesuaian lahan merupakan penggambaran tingkat kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu, terkait dengan lingkungan laut pemanfaatan yang sering digunakan adalah untuk budidaya seperti keramba jaring apung, budidaya rumput laut, budidaya mutiara, dll. Beberapa pertimbangan yang yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi budidaya adalah parameter fisik, kimia dan biologi. Jenis variabel kesesuaian lahan yang dapat digunakan dan informasinya dapat diekstraksi dari data penginderaan jauh antara lain a. Kedalaman dan kecerahan perairan Informasi kedalaman maupun kecerahan perairan selalu digunakan dalam menentukan pemilihan lokasi pemenfaatan pada wilayah laut, baik untuk keramba maupun untuk budidaya. Informasi kedalaman dan kecerahan bisa di dapatkan dengan memanfaatkan data penginderaan jauh, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya b. Keterlindungan lokasi Keterlindungan lokasi baik dari arus, ombak maupun sedimentasi dari daratan dapat didapat dengan melakukan interpretasi visual data penginderaan jauh. Dalam pemanfaatan wilayah laut untuk kerambah maupun budidaya lain, informasi keterlindungan lokasi sangat penting, lokasi kerambah dan budidaya yang baik biasanya merupakan lokasi yang memiliki arus yang relatif tenang dan terlindung dari ombak dan sedimentasi. Dalam penentuan kesesuaian lahan akan sangat baik bila data penginderaan jauh yang terbatas hanya dapat memberikan informasiinformasi yang bersifat fisik dipadukan dengan data lapangan yang memberikan informasi yang bersifat kimia seperi salinitas, suhu dan pH. Integrasi data fisik dan kimia akan dapat memberikan informasi mengenai tingkat-tingkatan kesesuaian lahan untuk berbagai peruntukan dalam pemanfaatannya. Frananda, 2017 8 JURNAL GEOGRAFI, VOLUME XX , NOMOR XX, bulan tahun xx-xx 6. Ekosistem Pesisir a. Ekosistem Mangrove Ekosistem mangrove adalah salah satu obyek yang bisa di indentifikasi dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh. Letak Geografi ekosistem mangrove yang berada pada daerah peralihan darat dan laut memberikan efek perekaman yang khas jika dibandingkan obyek vegetasi darat lainnya.Lukiawan et al., 2019 Efek perekaman tersebut sangat erat kaitannya dengan karakteritik spektral ekosistem mangrove, hingga dalam identifikasi memerlukan suatu transformasi tersendiriArizal et al., 2017 b. Ekosistem Lamun dan Terumbu Karang Ekosistem Lamun dan Terumbu Karang dapat diinterpretasi secara visual dan digital dengan menggunakan citra resolusi tinggi sampai citra resolusi menengah.Anon D. KESIMPULAN Dari pemaparan pemanfaatan penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis SIG dalam pemetaan dibidang kelautan, dapat ditarik beberapa kesimpulan 1. Pemanfaatan teknologi Penginderaan Jauh dan integrasinya dengan Sistem Informasi Geografis SIG merupakan solusi yang tepat dalam melakukan pemetaan dalam bidang kelautan 2. Luasnya wilayah laut Indonesia dan panjangnya garis pantai yang dimiliki menjadinya pemetaan secara terestrial tidak efektif baik dari segi tenaga, waktu, dan biaya 3. Pemetaan wilayah laut secara terestrial memiliki kelebihan tingkat akurasi yang lebih tinggi, tetapi memerlukan tenaga SDA yang lebih banyak, waktu yang lebih lama dan biaya yang lebih besar bila dibandingkan dengan pemetaan wilayah laut dengan memanfaatkan data penginderaan jauh.Syah & Syah, 2010 DAFTAR PUSTAKA Aini, Miftahurairah Quratun. 2007. Kajian Distribusi Potensi Fitoplankton di Sebagian Laut Utara Jawa Menggunakan Citra MODIS. Skripsi. Fakultas Geografi UGM Yogyakarta Arizal, Suprayogi, A., & Wijaya, A. P. 2017. Jurnal Geodesi Undip Januari 2017 ANALISIS KESEHATAN HUTAN MANGROVE BERDASARKAN Jurnal Geodesi Undip Januari 2017. 6, 277–284. Aronoff S, 1989. Geographic Information Systems A Management Perspective. WDL Publication. Otawa Canada. BAB, I. Geographical Names UNCSGN dan United Nations Group of Experts on Geographical Names UNGEGN yang berlangsung pada 7-18 Agustus 2017 di New York, Amerika Serikat. 2 Adapun garis pantai Indonesia sepanjang km2. 3 Luas daratannya mencapai sekitar 2,012 juta km2 dan laut sekitar 5, 8 juta km2 75, 7%, 2, 7. Nama akhir penulis, Judul Artikel sebagian.... 9 BORU, J. E. 2014. KAJIAN PENGARUH PEMBANGUNAN JALAN LAYANG JANTI JANTI FLYOVER TERHADAP PERKEMBANGAN TATA RUANG KAWASAN JANTI Studi Kasus kawasan Janti, Desa Caturtunggal, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta Doctoral dissertation, UAJY. Dahuri, R. 2000. Pendayagunaan Sumber Daya Kelautan Untuk Kesejahteraan Rakyat. Kumpulan pemikiran DR. Ir. Rokhmin Dahuri MS. LISPI Jakarta Danoedoro, Projo. 1996. Pengolahan Citra Digital. Fakultas Geografi UGM Yogyakarta Kurnia, M. P., Fakultas, D., & Universitas, H. 2006. Upaya Penanganan Permasalahan Perbatasan Maritim Republik Indonesia Solving Problems of Indonesian Maritime Border . Risalah Hukum, 21, 49–57. Hasyim, B. dan Nia Salma. 1998. Analisis Distribusi Suhu Permukaan Laut dan Kaitannya Dengan Lokasi Penangkapan Ikan dan Laju Pancing Ikan Tuna di Perairan Selatan Bali – Jawa Timur. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan Ke-8 MAPIN. Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia. Jakarta, Indonesia. pp 249-256 Lukiawan, R., Purwanto, E. H., & Ayundyahrini, M. 2019. Analisis Pentingnya Standar Koreksi Geometrik Citra Satelit Resolusi Menengah Dan Kebutuhan Manfaat Bagi Pengguna. Jurnal Standardisasi, 211, 45. PEMBANGUNAN WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN DALAM PERSPEKTIF NEGARA KEPULAUAN REPUBLIK INDONESIA Lasabuda Jurnal Ilmiah PLATAX. Retrieved March 27, 2022, from Putra, A., & Arafat, Y. Penyelenggaraan Pembangunan NKRI Menuju Negara Maritim Berdasarkan Prinsip Negara Kepulauan. Sitanggang, G. Ka ] Ian Sistem Penginderaan ] Auh Satelit. 53–69. Syah, A., & Syah, A. F. 2010. PENGINDERAAN JAUH DAN APLIKASINYA DI WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN. Jurnal Kelautan Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 31, 18–28. View of Analisis Profil Bawah Permukaan Pantai Lumpue Kota Parepare. Retrieved March 27, 2022, from ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Lukiawan Endi Hari PurwantoMeilinda Ayundyahrinip> Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, atau fenomena yang dikaji. Sebelum digunakan untuk data informasi, citra satelit perlu dikoreksi geometrik agar data yang dihasilkan sesuai dengan obyek yang ada di permukaan bumi. Menurut amanah Undang – Undang Nomor 21 tahun 2013 tentang Keantariksaan bahwa perlu adanya metode dan kualitas pengolahan data penginderaan jauh yang meliputi koreksi geometrik dan radiometrik untuk mengolah data primer menjadi data proses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya standar koreksi geometrik citra satelit khususnya resolusi menengah serta untuk mengetahui manfaat data penginderaan jauh bagi stakeholders pengguna. Hasil menunjukkan bahwa responden menganggap penting adanya standar koreksi geometrik, responden mayoritas juga menganggap bahwa data penginderaan jauh bermanfaat bagi perencanaan dan pembangunan wilayah serta pemantauan SDA dan lingkungan. Manfaat penelitian ini adalah dengan diterapkannya standar proses koreksi geometrik diharapkan dapat mengatasi masalah distorsi data penginderaan jauh dan menghasilkan ketelitian, kualitas geometrik yang sesuai standar sehingga menghasilkan data penginderaan jauh yang akurat sesuai dengan obyek yang ada di bumi yang pada akhirnya berguna bagi pengguna khususnya untuk pemantauan sumber daya alam dan pengembangan AronoffThe geographic information system GIS has dramatically changed the rate at which georeferenced data can be produced, updated, and disseminated. It has made the production and analysis of geographic information more efficient, and has changed the way this information is perceived and used. GISes now play an essential role in the management of land resources from the local to the global scale, from municipal planning to natural resource assessment. Provides a concise and practical introduction to the use of GIS technology. General concepts are introduced with examples that show a wide range of applications including agriculture, land use planning, mining exploration, and municipal information management. A chapter is devoted to the fundamentals of remote sensing, which has become a major GIS data source. The procedures and equipment used for data input and output are reviewed. Data quality, data management, and GIS analysis functions are presented and, finally, the process of GIS implementation is examined. -after AuthorAnalisis Distribusi Suhu Permukaan Laut dan Kaitannya Dengan Lokasi Penangkapan Ikan dan Laju Pancing Ikan Tuna di Perairan Selatan Bali -Jawa Timur. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan Ke-8 MAPINB HasyimNia DanSalmaHasyim, B. dan Nia Salma. 1998. Analisis Distribusi Suhu Permukaan Laut dan Kaitannya Dengan Lokasi Penangkapan Ikan dan Laju Pancing Ikan Tuna di Perairan Selatan Bali -Jawa Timur. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan Ke-8 MAPIN. Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia. Jakarta, Indonesia. pp 249-256d.. Ka ] Ian Sistem Penginderaan ] Auh SatelitG SitanggangSitanggang, G. Ka ] Ian Sistem Penginderaan ] Auh Satelit. SyahA F SyahPenginderaanDanDan Di Wilayah PesisirLautanSyah, A., & Syah, A. F. 2010. PENGINDERAAN JAUH DAN APLIKASINYA DI WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN. Jurnal Kelautan Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 31, 8 View of Analisis Profil Bawah Permukaan Pantai Lumpue Kota Parepare 8 View of Analisis Profil Bawah Permukaan Pantai Lumpue Kota Parepare. Retrieved March 27, 2022, from
Indonesia merupakan negara kepulauan yang sebagian besar diantaranya dikelilingi lautan yang lebih luas dibandingkan daratannya. Jasa Kelautan dapat diartikan sebagai semua potensi yang bisa dimanfaatkan dari adanya laut maupun dari laut itu sendiri, baik secara langsung maupun tidak langsung. Meski demikian, sebagai negara maritim, Indonesia masih rendah dalam memanfaatkan kekayaan laut sebagai sumber pendapatan negaranya. Tercatat, di tahun 2020 saja hanya baru 10 persen kekayaan laut yang dimanfaatkan dan mirisnya, itu pun belum maksimal pemanfaatannya. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki sejarah yang panjang dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya laut dan pesisir. Hal ini terlihat dari sebagian besar kerajaan nusantara yang memiliki armada laut yang besar dan pusat pengembangan ekonomi dan peradaban di daerah pesisir. Mulai dari masa kerajaan Hindu/Budha seperti Majapahit, kerajaan Islam seperti Samudera Pasai, hingga masa kolonial Belanda dengan Batavia sebagai pusatnya. Sampai saat ini, Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan serta instansi dan lembaga terkait lainnya yang bergerak di bidang perairan dan laut yang masih terus berupaya mengembangkan pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumber daya laut dengan tetap memegang prinsip keberlanjutan. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan hasil pemanfaatan kakayaan laut Indonesia untuk kesejahteraan rakyat. Jenis-Jenis Potensi Potensi sumber daya kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil itu sendiri sangat luas meliputi bidang ekonomi, teknologi, ekologis dan lingkungan, pertahanan dan keamanan, serta pendidikan dan penelitian. Kegiatan pemanfaatan potensinya juga cukup beragam, mulai dari perikanan tangkap dan budidaya, industri manufaktur, teknologi, wisata, pertambangan dan mineral, transportasi, farmasi, kosmetik, benda-benda berharga, hingga bangunan atau konstruksi laut dan pantai. Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, disebutkan bahwa sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil adalah sumber daya hayati, sumber daya nonhayati; sumber daya buatan, dan jasa-jasa lingkungan. Sumber daya hayati meliputi ikan, terumbu karang, padang lamun, mangrove dan biota laut lain. Sumber daya nonhayati meliputi pasir, air laut, mineral dasar laut. Sumber daya buatan meliputi infrastruktur laut yang terkait dengan kelautan dan perikanan. Sedangkan jasa-jasa lingkungan meliputi keindahan alam, permukaan dasar laut tempat instalasi bawah air yang terkait dengan kelautan dan perikanan serta energi gelombang laut yang terdapat di wilayah pesisir. Baca juga Potensi Kekayaan Air di Indonesia Kementerian Perikanan dan Kelautan KKP RI mencatat luas perairan laut Indonesia mencapai 5,8 juta kilometer persegi. Terdiri dari luas laut teritorial 0,3 juta kilometer persegi, luas perairan kepulauan 2,95 juta kilometer persegi, dan luas Zona Ekonomi Eksklusif ZEE 2,55 juta kilometer persegi. Didalamnya melingkupi keanekaragaman kekayaan laut Indonesia dengan keanekaragaman hayati biota laut yang mencapai spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang. Angka tersebut menunjukan Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia marine mega-biodiversity. Secara umum, berikut 7 potensi kekayaan laut dapat dimanfaatkan manusia, antara lain adalah Potensi Perikanan Tangkap Sumber daya yang dapat diperbarui merupakan sumber daya yang memiliki kemampuan pemulihan alami. Sehingga jumlahnya dapat diperbarui asal tidak diambil ekstraksi diluar kemampuannya. Sumberdaya ini meliputi perikanan tangkap, budidaya payau dan laut, bioteknologi dan biofarmakologi. Potensi perikanan tangkap di Indonesia meliputi ikan pelagis besar dan kecil, ikan demersal, ikan karang konsumsi, udang, lobster, cumi-cumi dan ikan lainnya. Potensi budidaya di Indonesia, baik pantai/payau/tambak maupun laut didukung dengan adanya kondisi pantai yang landai. Komoditas yang dikembangkan meliputi ikan bandeng, udang windu, rumput laut, kerang-kerangan, kerapu, kakap, baronang dan lainnya. Potensi Bio Teknologi/Biofarmakologi Adapun potensi berbasis bioteknologi dan/atau biofarmakologi merupakan potensi pemanfaatan sumberdaya hayati untuk keperluan makanan sehat, farmasi, kosmetik, dan lain sebagainya. Pemanfaatannya melalui pengambilan senyawa bioaktif squalance, omega-3, phycocolloids, biopolymers dari mikroorganisme, invertebrata, alga, ikan ataupun bahan organik lainnya. Potensi Pemanfaatan Garam Seiring perkembangan teknologi, pemanfaatan biota laut tidak hanya sebagai sumber makanan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk industri farmasi seperti tumor, anti cancer, antibiotik, bidang pertanian fungisida, pestisida, industri kosmetik dan makanan zat pewarna alami. Pemanfaatan garam sebagai media pengobatan dan kecantikan seperti spa juga termasuk dalam potensi bioteknologi/ biofarmakologi. Pemanfaatan potensi ini sangat besar dan memiliki pasar yang luas. Potensi Sumber Daya Mineral dan Tambang Sumber daya yang tidak dapat diperbarui adalah jenis-jenis sumber daya yang tidak mampu pulih secara alami, sehingga ketika jumlahnya habis, maka tidak dapat diganti. Sumber daya ini umumnya berupa bahan mineral dan tambang, seperti minyak bumi, gas alam, bauksit, timah, bijih besi, pasir laut dan lainnya. Potensi Energi Kelautan Energi kelautan termasuk potensi non hayati yang dapat diperbarui sebagai sumber energi terbarukan non-konvensional. Potensi energi yang dapat dikembangkan antara lain konversi energi panas laut ocean thermal energy conversion, konversi energi perbedaan salinitas, energi gelombang pasang surut dan arus, dan angin. Isu akan adanya krisis energi dari bahan bakar minyak menyebabkan potensi energi kelautan menjadi sangat penting untuk dikembangkan. Terutama di Indonesia yang memiliki potensi besar namun masih sangat kecil pengembangan upaya pemanfaatannya. Potensi Jasa Pariwisata Potensi jasa lingkungan pada dasarnya merupakan potensi dari adanya laut itu sendiri, contohnya adalah pariwisata dan transportasi. Potensi wisata berbasis laut atau wisata bahari menjadi komoditas yang mendunia. Inti dari pengelolaan pembangunan wisata bahari adalah dengan mengembangkan dan memanfaatkan objek wisata, baik alam maupun buatan, yang terdapat di pesisir dan lautan. Objek tersebut antara lain berupa kekayaan alam yang indah, keragaman flora dan fauna seperti terumbu karang dan ikan hias, bangunan dan struktur pantai, serta sosial budaya masyarakat pesisir. Potensi lainnya yang masih perlu dimanfaatkan secara optimal adalah jasa transportasi atau perhubungan laut, penanaman kabel bawah laut, serta bangunan dan konstruksi laut. Potensi Jasa Transportasi Indonesia telah memberlakukan transportasi cepat, atau dikenal dengan Toll laut, hal ini diupayakan untuk mempercepat jalur distribusi yang cepat dan merata ke seluruh negeri. Teritotial yang luas sangat memungkinkan bagi Indonesia untukmemiliki jalur distribusi atau pelayaran nasional dan Internasional untuk melintasi Indonesia sebagai jalur perdagangan emas. Pemanfaatan jalur perdagangan dunia sangat memungkinkan melewati Indonesia, sehingga pemanfaatan secara maksimal potensi laut Indonesia dapat dimaksimalkan. Please follow and like us Kelas Pintar adalah salah satu partner Kemendikbud yang menyediakan sistem pendukung edukasi di era digital yang menggunakan teknologi terkini untuk membantu murid dan guru dalam menciptakan praktik belajar mengajar terbaik. Related Topicshari lautkekayaan lautkekayaan laut Indonesiapotensi kekayaan laut
Rilis Artikel ini sebelumnya sudah dipublikasikan di Artikel dicuplik dan dilakukan editing berdasarkan persetujuan Prof. Zuzy Anna.* [Foto ilustrasi] Pantai Ujung Genteng. Foto Dadan Triawan* [ 31/8/2020] Indonesia punya potensi ekonomi kelautan yang sangat melimpah. Hal ini didasarkan pada data Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP tahun 2020 memperkirakan potensi ini bisa mencapai US$ 1338 miliar atau Rp19,6 triliun per tahun. Namun, sudahkah potensi ini dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia? “Permasalahannya adalah bahwa potensi luar biasa ini belum bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia secara optimal,” ungkap Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Zuzy Anna. Publikasi PDB Maritim Indonesia 2010-2016 yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Maritim dan Biro Pusat Statistik menunjukkan, kontribusi sektor kelautan di Indonesia terhadap ekonomi bangsa masih jauh dari harapan, yaitu hanya sekitar 6% dari Produk Domestik Bruto Indonesia pada tahun 2018. baca juga Gerak Manusia Dibatasi Saat Pandemi, Laut Indonesia Perlahan Memulihkan Diri Namun, secara perlahan, hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki rencana pengelolaan kawasan laut mereka tata ruang laut atau nama resminya, Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil RZWP3 sejak tahun 2014. Prof. Zuzy menjelaskan, dokumen ini digunakan untuk memetakan pemanfaatan sumber daya kelautan secara berkelanjutan, setidaknya selama 20 tahun mendatang. “Bukan tidak mungkin, sektor kelautan memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu penopang ekonomi negeri ini di masa depan,” tuturnya. Menurut Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi Sumber Daya Perikanan ini, ada beberapa potensi tersembunyi dari kelautan Indonesia yang bisa dikembangkan secara ekonomi, antara lain kawasan konservasi perairan, pariwisata, dan kekayaan arkeologi. baca juga Laut Masa Depan Indonesia Kawasan Konservasi Perairan Di sektor kawasan konservasi perairan, Indonesia sudah menetapkan lebih dari 20 juta hektare kawasan konservasi perairan Marine Protected Areas pada tahun 2020. Awalnya, proses penetapan kawasan konservasi laut di Indonesia dianggap hanya mengeluarkan biaya tanpa ada pemasukan. Namun, pengelolaan kawasan konservasi laut ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Nilai ekonomi ini berasal dari kegiatan pemanfaatan riset yang menggali potensi kelautan dan perikanan bagi manusia. “Konservasi laut juga memberikan nilai ekonomi dalam bentuk kelebihan spill over sumber daya ikan yang dapat dimanfaatkan nelayan di luar kawasan konservasi,” terangnya. Pemanfaatan ekowisata di kawasan konservasi perairan juga akan mendatangkan keuntungan ekonomi dalam bentuk pemasukan daerah melalui kunjungan turis lokal maupun mancanegara. Ditambah lagi, konsep ekosistem yang menjaga keseimbangan ekosistem akan membantu upaya perlindungan alam. baca juga Potensi Dasar Laut Sekitar Indonesia Belum Diperhatikan Lalu, kekayaan keanekaragaman hayati yang bermanfaat untuk bahan baku obat-obatan, kosmetika, hingga pangan juga memiliki nilai ekonomi. Kekayaan lainnya adalah, laut menyimpan sejumlah energi terbarukan maupun tidak terbarukan. Sumber daya energi terbarukan yang bisa diberdayakan seperti panas air laut, gelombang laut, hingga arus laut. Sementara sumber daya energi tidak terbarukan terdapat di dasar laut, seperti minyak dan gas bumi. Sayangnya, potensi ini sampai sekarang masih belum dapat dimanfaatkan. Belum adanya kemauan politik yang kuat, baik pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya, untuk mau terjun dalam mengembangkan potensi sumber daya energi ini. Pariwisata baca juga Potensi Kelautan Sangat Melimpah, Ayo Majukan Industri Perikanan Indonesia Prof. Zuzy mengatakan, pariwisata bahari bagaikan raksasa tidur yang mesti dibangunkan. Sektor ini menjadi daya tarik Indonesia. “Sektor ini berpotensi menjadi sumber devisa yang sangat signifikan setelah minyak bumi. Selain itu, wisata bahari juga menjadi sumber pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya. Publikasi PDB Maritim Indonesia 2010-2016. menyebutkan bahwa pencapaian tertinggi wisata bahari menyumbang pada tahun 2015. Pemerintah Indonesia sendiri memiliki target untuk meningkatkan angka ini hingga 2 kali lipat atau setara dengan kedatangan 20 juta wisatawan mulai tahun 2019. Pariwisata bahari merupakan kegiatan yang melibatkan pengetahuan interdisiplin seperti pariwisata, ilmu kelautan, geografi, ilmu sosial, psikologi, ilmu lingkungan, ekonomi, pemasaran dengan berbagai isu manajemen laut. Untuk mengembangkan pariwisata bahari memerlukan perencanaan dan pengembangan yang terintegrasi, antarsektor, antarwilayah, dan antardisiplin ilmu. Meski pandemi Covid-19 melanda, sektor ini tetap akan menjanjikan dalam jangka panjang sehingga pemerintah harus terus-menerus mengembangkannya. Kekayaan Arkeologi Potensi laut yang selama ini luput dari perhatian adalah kekayaan arkeologi. Sektor ini bak harta karun yang terpendam di wilayah laut Indonesia. baca juga Laut Indonesia Miliki “Harta Karun” Berlimpah Prof. Zuzy menjelaskan, kekayaan arkeologi ini berasal dari kapal karam di masa lalu yang membawa berbagai barang berharga seperti koin mas, dan barang-barang antik. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2000 menyebutkan ada 463 lokasi kapal tenggelam shipwrecks yang tersebar di perairan Indonesia. Dari sisi ekonomi, lokasi kapal tenggelam ternyata memiliki potensi ekonomi antara antara US$80,000 Rp1,1 miliar hingga US$18 juta Rp264 miliar. Selain nilai ekonominya, harta karun tersebut juga bisa menjadi tujuan pariwisata yang bisa menghasilkan antara US$800 Rp11,7 juta hingga US$126 ribu Rp1,8 miliar per bulan per lokasi. Contohnya, wisata menyelam di desa Tulamben, kabupaten Karangasem, Bali, untuk melihat kerangka kapal USAT Liberty, sebuah kapal kargo milik Amerika Serikat yang tenggelam saat Perang Dunia II, tahun 1942. Kebijakan Pendukung Untuk mengoptimalkan potensi dan kesempatan sektor kelautan Indonesia, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan pendukung. Pembangunan infastruktur laut dan mengeluarkan kebijakan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan merupakan beberapa kebijakan yang bisa dilakukan. baca juga Tata Ruang Laut Jadi Salah Satu Strategi Pembangunan Perikanan dan Kelautan Indonesia Dari segi infrastruktur, Indonesia sudah mulai membangun tol laut sejak tahun 2015. Tol laut merupakan sistem transportasi antarpulau menggunakan kapal-kapal besar untuk distribusi logistik. Sistem ini penting bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan. Selain membangun tol laut, pemerintah juga perlu meningkatkan kapasitas armada penangkapan ikan Indonesia, terutama ukuran kapal di atas 10 gross tonnage GT. Hingga kini, kemampuan armada penangkapan ikan Indonesia masih didominasi oleh kapal ukuran kecil dan perikanan skala kecil yang lebih banyak beroperasi di perairan pesisir sampai dengan 12 mil. Ini menyebabkan kondisi kekosongan armada di perairan kita, terutama di perairan ZEE Kawasan Ekonomi Khusus, 200 mil dari pulau terluar. “Konsekuensinya, banyak kapal-kapal asing tidak berizin yang mencuri sumber daya ikan Indonesia atau illegal fishing,” kata Prof. Zuzy. Selanjutnya, pengelolaan kawasan laut Indonesia pada dasarnya dapat dioptimalkan dengan menggunakan kerangka ekonomi biru blue economy, sebuah konsep tata kelola laut secara berkelanjutan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi. Konsep pembangunan ekonomi biru ini diadaptasi untuk ekonomi kelautan yang dikenal dengan semboyan “Blue Sky, Blue Ocean” di mana “ekonomi tumbuh, rakyat Sejahtera, tetapi langit dan laut tetap biru”. baca juga Indonesia Kembangkan Potensi Kelautan dan Perikanan dengan Pendekatan Blue Economy Berbagai praktik pengelolaan ekonomi biru, seperti ekowisata, pembayaran jasa lingkungan, penghijauan pesisir dengan menanam mangrove, inovasi produk-produk kelautan skala kecil yang ramah lingkungan, sudah dilakukan di perairan Indonesia. “Harapannya, kita akan dapat membangun ekonomi kelautan yang sehat, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya. Dari segi investasi, sektor kelautan perlu menerapkan sistem yang menguntungkan tanpa merusak lingkungan dengan memadukan modal swasta filantropi atau hibah, publik, dan pemerintah subsidi untuk mendanai proyek pemulihan ekosistem pesisir laut secara berkelanjutan Model investasi ini juga bisa diterapkan dalam membangun infrastuktur laut, seperti pelabuhan, sarana dan prasarana untuk energi laut terbarukan, hingga riset. Terakhir, tentu saja kebijakan yang dikeluarkan harus berpihak pada sektor akar rumput. Industri kecil dan menengah di sektor kelautan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur yang memiliki potensi kelautan yang tinggi, harus dirangkul dengan baik oleh pemerintah. Kebijakan yang dimaksud adalah kebijakan terkait pembangunan infrastruktur pelabuhan, tempat pelelangan ikan TPI, hingga unit pendingin di kawasan timur Indonesia. Daerah timur Indonesia juga membutuhkan perhatian lebih karena menyumbang hampir 40% dari total hasil ikan laut di Indonesia, meskipun aktivitas ekonomi di sana hanya bernilai kurang dari 9% dari total aktivitas ekonomi nasional.arm*
pemanfaatan potensi sumber daya alam laut dapat memberikan kontribusi bagi